Oct 8, 2011

Arung Jeram Sungai Kayan Mentarang


13175857071275326623



Kabupaten Malinau Propinsi Kalimantan Timur menyajikan sarana olahraga bagi kita yang suka akan tantangan. Menguji adrenalin hingga sampai mana keberanian nyali kita. Mengarungi derasnya arus Sungai Kayan Mentarang yang terletak di Kecamatan Bahau Hulu jelas akan menjadi kenangan tersendiri bagi para pecinta olahraga yang extreme ini. Karena kuat arus Sungai Kayan Mentarang sangatlah deras.
Bila kita menelusuri sungai tersebut, kita akan disuguhkan hamparan hutan rimba yang sangat lebat. Bongkahan bebatuan besar juga tersebar hampir di setiap pusaran air yang menjadi letak tantangan olahraga arung jeram dan sepanjang kiri dan kanan aliran sungai.

Aliran Sungai Kayan Mentarang sangatlah panjang. Terbentang mulai hulu Desa Pujungan Kecamatan Bahau Hulu hingga Simpang Koala. Jika kita menelusuri sungai dengan menggunakan perahu bermesin 3 @60 pk. Perjalanan antara Hulu Desa hingga ke simpang Koala kurang lebih membutuhkan waktu kira-kira 6 jam. Nama Kayan Mentarang itu di ambil dari dua nama sungai yaitu Sungai Kayan dan Sungai Mentarang. Sedangkan sungai Kayan sendiri sangatlah besar dan panjang. Terbentang mulai Sabah Malaysia melewati beberapa Kecamatan di Kabupaten Malinau hingga sampai Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan baru ketemu laut.

Olahraga arung jeram Sungai Kayan Mentarang sangatlah terkenal. Terbukti hingga saat ini banyak sekali pecinta arung jeram baik domestik maupun asing datang berkunjung kesana. Selain sebagai sajian olahraga arung jeram. Kita juga dapat menikmati berbagai objek wisata lainnya. Karena kawasan ini sekarang telah dijadikan area Taman Nasional.
Sebenarnya selain Sungai Kayan Mentarang juga masih banyak lagi sungai yang tersebar di berbagai Kematan di Kabupaten Malinau yang dapat dijadikan sarana olahraga arung jeram. Seperti aliran sungai di Kecamatan Mentarang Hulu hingga Kecamatan Mentarang Hilir. Akan tetapi untuk pemanfaatannya kurang dimengerti dan sistim pengelolaan yang belum tepat sasaran.
Bila kita lebih jeli meneliti lagi, sebenarnya dibalik itu semua masih ada saja kerusakan alam yang diakibatkan keserakahan manusia. Contohnya seperti,
  • Penebangan hutan yang masih merajalela.
Pengalaman saya kira-kira satu bulan yang lalu. Saya bepergian menuju Desa Pujungan untuk meninjau proyek dimana saya bekerja. Ditengah perjalanan masih banyak saya jumpai kayu-kayu besar yang menumpuk ditepian sungai. Katanya masih ada sejumlah perusahaan kayu yang hingga kini masih beroprasi.
  • Perombakan lahan hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.
Memang benar adanya bila kita di atas Long Boat ( Sebutan perahu kecil ), kita akan melihat kayu-kayu besar saja disepanjang aliran sungai. Namun bila kita menempuh perjalanan dengan menggunakan pesawat kecil, kita akan melihat hutan yang sudah ditebang habis kayu-kayunya. Lahan tersebut berada dibalik-balik bukit yang membentuk tebing sungai. Katanya Kepala Desa setempat, itu akan dijadikan lahan kelapa sawit milik perusahaan-perusahaan swasta dan ada juga milik para pejabat daerah tersebut.
  • Efek yang terjadi karena penabangan hutan tersebut, kini aliran sungai tidak seperti dulu lagi. Bila hujan sebentar sudah banjir besar. Apabila dilanda kemarau beberapa minggu, sungai akan kecil, yang nampak hanya bebatuan saja. Jika sudah begini, yang susah juga masyarakat yang ada di daerah tersebut. Karena sarana transportasi mereka hanya melalui jalur sungai. Kadang ada juga pesawat kecil, namun schedule tidak pasti dan tiadk bisa diharapkan secara penuh.
( BUKTI KESERAKAHAN MANUSIA )
Sebenarnya sumberdaya alam yang dimiliki Kabupaten Malinau sangatlah melimpah ruah. Tergantung dari kebijakan Pemerintah Daerah bagaimana mengaturnya dan juga keikhlasan manusia untuk melestarikannya. Semua kekayaan bumi yang ada juga untuk kesejahteraan masyarakat banyak. Jika semua dihabiskan sekarang, anak cucu kita nanti tidak akan kebagian apa-apa ?. Sumber daya alam senantiasa diolah agar dapat menghasilkan barang-barang. Jika tidak dikendalikan penggunaannya, sumber daya alam terancam musnah.

Artikel Asli On Riawan Djack / Kompasiana : http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/10/03/arung-jeram-sungai-kayan-mentarang/
13179214741167765685

4 comments:

  1. turut prihatin atas perusakan hutan dikalimantan, mudah-mudahan perusakan hutan ini bisa dikendalikan jangan sampai hutan di kalimantan rusak seperti hutan di Jawa

    ReplyDelete
  2. kayaknya seru ni, sya g prnah ikut arum jeram :)
    jgn lupa mampir ke eMingko Blog

    ReplyDelete
  3. To ASAZ : Ia sobat, mudah-muadhan manusianya juga segera sadar.

    ReplyDelete
  4. To Emingko : thanks sobat.
    sia ane datang

    ReplyDelete