Aug 4, 2011

Susi Air, Transportasi Andalan Masyarakat Pedalaman

13121254122073993583Kecamatan Long Ampung, Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Ini adalah salah satu kecamatan yang terletak di pedalaman kaltim hampir berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia. Penduduk asli mayoritas suku Dayak Kenya, yang mana mata pencarian mereka sehari-hari adalah bertani dan berdagang.
Untuk berdagang disini tidak mudah seperti yang kita bayangkan. Transportasi susah di jangkau, lewat air melalui jalur sungai Kayan sulit, lewat darat jalan menuju kecamatan ini belum ada dan masih berupa hutan belantara.
Satu-satunya jalan penduduk di sana untuk menjangkau dunia luar adalah dengan memanfaatkan jasa penerbangan Susi Air. PEMDA setempat telah memberikan kebijakan khusus untuk penduduk kawasan ini, mereka tidak membayar biaya penerbangan secara penuh. Hanya setengah dari harga penerbangan regular, karena biaya yang setengah lagi sudah di tanggung oleh PEMDA. Ini juga berlaku untuk penerbangan ke sejumlah pedalaman-pedalaman lain, dimana lokasi tersebut hanya bisa di tembus oleh pesawat kecil seperti Susi Air. Syaratnya hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk ( KTP ) , dan kartu tanda subsidi pembayaran pesawat atau penduduk disana biasa menyebutnya kartu subsidi.
1312125542249408397Dengan adanya Susi Air, kini masyarakat di sana tidak lagi bersusah payah untuk bepergian menuju kota terdekat seperti Samarinda, Malinau, dan Tarakan. Dan seperti yang bisa kita rasakan saat ini, sejak adanya Susi Air, masyarakat di sana lebih sering hilir mudik ataupun membeli barang-barang dalam jumlah besar untuk di jual kembali di sana. Jumlah barang yang dibawa tidak boleh melebihi 10 kg. Jika lebih dari itu, maka penumpang di kenakan biaya bagasi sebesar Rp. 27.500.00 per kg.
Pilot Susi Air rata-rata menggunakan tenaga asing tanpa di bantu pramugari. Kebanyakan dari Jerman, karena Susi Air sendiri di Ambil dari nama pemilik PT. ASI Pujiastuti Aviation yang tak lain adalah pasangan suami istri Susi Pudjiastuti dan Christian Von Strombeck yang mana negara asal Christian adalah Jerman.
Jumlah penumpang Susi Air antara 11 sampai dengan 13 orang. Jumlah barang bawaan dalam sekali terbang tidak boleh melebihi satu ton. Pilot sangat memperhatikan hal ini, karena semua demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Masyarakat Long Ampung sangat berterimakasih sekali akan adanya penerbangan Susi Air ke daerah mereka. Dengan adanya pelayanan transportasi yang begitu memadai, kini masyarakat Long Apung bisa mengembangkan sektor rill terutama berdagang lebih mudah dari pada sebelum Susi Air menjangkau daerah tersebut.
Selain untuk para pedagang, kini siswa-siswi di sana juga banyak yang menuntut ilmu di luar kecamatan. Transportasi mudah, dan juga para orang tua bisa menitipkan uang saku langsung kepada pilot Susi Air tersebut. Dengan cara mengkonfirmasi dahulu via telefon, kemudian pihak penerima bisa meminta kepada pilot jika sudah turun di bandara dengan hanya menunjukan kartu pelajar atau penanda identitas yang lainya. Tidak perlu repot-repot, tidak perlu pulang kampung hanya untuk mengambil uang saku. Karena di daerah tersebut, kantor pos juga susah. Harus menunggu tiga minggu bahkan satu bulan, baru kiriman sampai. Selain kantor pos di Long Apung kita tidak akan pernah menjumpai sebuah bank apa lagi ATM saat ini.
13121255991960295199
Dilain pihak, pengusaha-pengusaha lokal juga bisa memanfaatkan keberadaan Susi Air tersebut. Dimana era seperti sekarang ini, setiap daerah berusaha secara maksimal dan continue membangun daerahnya. Dalam hal ini kontraktor begitu antusias sekali dan merasa sangat beruntung karena adanya Susi Air. Mereka bisa mencarter untuk  menyuplai barang ke tempat proyek mereka berada setiap waktu.

0 comments:

Post a Comment