Jul 9, 2011

Produk Unggulan Negeri, Padi Adan Terlezat Dilidah

13093185541100835952Diantara kita, khususnya penduduk di luar pulau Kalimantan mungkin banyak yang tidak tahu tentangPadi Adan atau Padi Krayan.Padi adan adalah padi yang dihasilkan oleh suku dayak dari pedalaman Kalimantan. Beras Adan itu beras organik yang dihasilkan dari persawahan di dataran tinggi Kaltim yang bersuhu dingin. Beras ‘Padi Adan’ Krayan  memang istimewa. Menjadi salah satu produk pertanian terbaik di Indonesia. Daya jualnya cukup tinggi. Bentuk butirannya halus memanjang, berwarna putih seperti kristal, beraroma, pulen dan rasanya aduhai  lezat. Sayangnya, beras Krayan ini tergolong langka di pasaran Kaltim seperti di Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan daerah lainnya. Itu disebabkan adanya keterbatasan publikasi, minimnya sarana komunikasi dan sulitnya transportasi dari dan ke Krayan yang hanya bisa ditembus melalui  pesawat udara.
Anda tidak percaya yang saya katakan, beberapa uraian berikut ini adalah faktanya :
1. Brunei DarussalamBeras Adan merupakan konsumsi wajib bagi para pejabat dan masyarakat Brunei Darussalam. Bahkan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah seringkali memesan secara khusus komoditas ini untuk konsumsi keluarga kerajaan.
2. Direktur PT. Pulau Mas Perkasa Group, Beras Adan seakan tak lepas dari selera makan sang bos ini. Bila kita menginap di Crown Hotel yang berada di Tanjung Selor Kalimantan Timur, kita akan disuguhkan nasi dari beras adan untuk sarapan dan menu-menu restonya. Bahkan bila dia ke Surabaya , beras adan pasti ikut di bawa atau mungkin sudah dikirim terlebih dahulu untuk di konsumsi di sana. Malah beras-beras lokal atau produksi dari jawa di kesampingkan. Karena perbandingan rasanya sangat jauh berbeda.
3. Sabah Malaysia, rata-rata penduduk di sana sama persis penduduk pedalaman Kalimantan ( karena satu rumpun ). Yang dihasilkan dan menjadi menu utama pun sama. Hampir 90 % beras adan memenuhi pasar-pasar lokal disana.
4. Bahkan tidak hanya di Sabah Malaysia, padi adan sangat terkenal di belahan bumi asia tenggara seperti filiphina, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Semua ini bisa terjadi karena asal-usul orang-orangnya adalah sama satu rumpun.
5. Mengenai beras adan ini bahkan sampai bapak presidenpun memberikan apresiasi / penghargaan kepada Bupati Nunukan seperti yang terjadi pada tanggal 18 Desember 2008.

2 comments:

  1. MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA
    Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia, NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) , dengan produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an.
    Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.
    Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.
    System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) sejak tahun 2005 adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik. Tetapi sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.
    Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.
    Kami tawarkan solusi yang lebih praktis dan sangat mungkin dapat diterima oleh masyarakat petani kita, yaitu:
    BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB LENGKAP AVRON / SO” + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS ( EM16+ ).
    Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.

    Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.
    AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?
    CATATAN: Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu menjadi agen sosial penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
    Semoga Indonesia sehat canangan Kementerian Kesehatan dapat segera tercapai.
    Terimakasih,
    Omyosa -- Jakarta Selatan
    02137878827; 081310104072

    ReplyDelete
  2. To Omyosa :
    Terima kasih kembali sudah gabung share disini

    ReplyDelete