Jul 13, 2011

Jangan Paksakan Menulis Jika Banyak Beban Pikiran

Ia benar, jika menyinggung judul di atas bisa kita jabar luaskan bahwa untuk menuliskan sebuah artikel atau karya tulis yang lain itu tak mudah. Pada dasarnya semua orang bisa membuat sebuah karya tulis, entah itu puisi, sebuah tips, cerpen, atau yang lainnya. Akan tetapi bila kita nilai benar-benar bobot setiap karya tulis tersebut. Maka akan nampak detail-detail kesalahan dalam setiap artikel kita.

Beberapa hal yang bisa merusak isi karya tulis kita ;
1. Menulis artikel dengan penuh emosi, kebencian , dan hanya untuk menyindir, menyudutkan seseorang yang di anggap lawan atau pihak yang tidak disukai.
2. Dibumbui untuk mengejar ambisi atau mempopulerkan diri dengan jalan pintas.
3. Saat kita depresi, banyak tekanan, beban mental, atau kondisi fikiran kita sedang buruk.

Untuk poin yang pertama dan kedua disini tidak kita bahas dan kita lanjut saja pada pokok permasalahan yang nomor tiga. Saat kita depresi, banyak tekanan, beban mental, atau kondisi pikiran kita sedang buruk, sebaiknya di tunda dulu untuk membuat sebuah karya tulis. Karena ini kan berdampak besar pada karya yang akan kita buat nanti.

Pada kondisi seperti ini, pola pikir kita berkurang hingga 15 – 25 % bila di banding saat pikiran kita sedang fresh. Bila kita paksakan maka hasilnya akan berantakan dan amburadul. Kata-kata yang tidak bermakna keluar, pembahasan yang di maksud meleset jauh dari tema, atau hal-hal yang lain yang seharusnya tidak di expose malah di isikan dalam tulisan tersebut.

Alangkah baiknya tunda dulu hasrat menulis anda jika pada situasi seperti ini. Tidak ada salahnya istirahat beberapa hari entah itu satu minggu, satu bulan atau sampai beban permasalahan kita reda sehingga kondisi pikiran kita jadi fresh kembali. Mental yang baik dan pola pikir yang baik akan menghasilkan karya yang baik pula.

1 comments: