Jun 16, 2011

Pertengkaran

Rubrik news,
Tiap hari gak ada baik-baiknya. Mulai dari bahas hal yang kecil ampe bicara yang muluk-muluk. Ujung-ujungnya juga ribut. Tak tau dari mana awalnya, tetep aja capek dibelakang. Huft...apa ini yang dinamakan saling mencintai. Atau saling memuhsuhi ?.Heran benar aku dalam hati. Usia muda jadi alasan pertama jika perasaan tertekan oleh pihak-pihak yang mencoba menyalahkan.

Kadang, di gubris salah, ga di gubris juga salah. Serba salah jadinya. Lawan bicara keras kita ladeni, ujung-ujung juga tambah ribut. Seperti aku dan pacarku. Awal cuma bercanda, salah bicara dikit malah jadi bertengkar. Lama-lama saling adu mulut, akirnya hubungan terancam berantakan. Masalah yang tidak ada sangkut pautnya kini keluar semua. Hufttt, capek.

Semua itu bisa dihindari sebenarnya, asal kita mempunyai  pengendalian diri yang kuat, sikap sabar, pengertian dan masih banyak yang lain lagi.  akan tetapi, aku tidak memiliki itu semua. Namanya manusia ya punya, tapi ga seperti nabi yang bisa selalu tersenyum dalam menyikapi masalah serumit apapun, ( tapi ini jangan di contoh sobat bloger semua ).

Sekali lagi, gara-gara masalah pertengkaran ini. Malem sendirian, ga ada yang menemani . Haduh, pusing sendiri jadinya. Pingin hubungi si do'i duluan. Tapi kog gengsi ya rasanya. Gak ada solusi , dalam hati cuma sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyapa kembali. Doi ngambek itu pasti, karena wanita hanya bisa nangis, diem dan memendam perasaan. Kalau laki-laki, setiap mau ngapa-ngapain mesti menggunakan nafsu. Loh, beda jauh kan perbedaan wanita dan laki-laki dalam mengambil sikap. Sebenarnya aku tahu, tapi semua tak semudah kita bicara.

Tak banyak kata, terakir kali aku ucapkan. Maafkan aku kekasih. Aku tak bisa mengerti apa kemauanmu dan apa keinginanmu. Setelah menumpuk masalah di belakang, akhirnya hari ini keluar semua jadi satu. Bercampur baur membuat hubungan kita semakin rumit.


0 comments:

Post a Comment