Jun 12, 2011

Pengunjung Wajib Difoto Sebelum Naik Lift


TAIWAN, negara pulau di seberang Cina. Kini tumbuh menjadi sebuah negara dengan perkembangan ekonomi yang pesat. Taiwan menjadi tujuan investasi, terutama teknologi tinggi, dari negara-negara maju. 

Industri hiburan pun berkembang maju di sini. Tak heran, di wilayah Asia Timur, Taiwan merupakan salah satu tujuan wisata populer. Pekan lalu, Tribun berkesempatan mengunjungi negeri Formosa ini. Dan salah satu yang dituju adalah ikon kebanggaan masyarakat Taiwan, Taipei 101 Buildings.

Saat masuk ke lift di gedung TFC 101 ini, sempat muncul rasa deg-degan. Tak terbayangkan bagaimana rasanya melesat dalam lift tercepat di dunia itu dalam waktu 37 detik mencapai lantai 89 atau 40 detik ke lantai teratas, lantai 101. 

Cukup merogoh kocek NT$ (New Taiwan Dollar) 400 per orang dewasa atau NT$350 untuk anak-anak, satu dolar Taiwan setara dengan Rp 300, pengunjung bisa menikmati keindahan kota Taipei.

Setelah membeli tiket, kita tidak bisa langsung naik ke lift tersebut. Setiap orang harus mengantre dan untuk mencapai tempat mengantrenya itu kita harus masuk ke dalam sebuah toko yang memajang beraneka barang dagangan. Sepertinya memang didesain sedemikian rupa, agar para pengunjung lift tercepat tersebut, khususnya para wisatawan asing tergoda untuk membelanjakan uangnya dengan membeli barang di tempat lintasan itu.

Namun, saat itu Tribun sedikit pun tidak tergoda dengan lambaian tangan atau senyum ramah dari para pramuniaga yang sebagian besarnya adalah wanita cantik. Yang terpikir justru ingin segera mencoba naik lift tercepat di dunia itu. 

Rupanya antrean cukup panjang. Yang mengantre bukan saja orang dewasa, anak- anak bahkan bayi yang digendong atau menggunakan kereta dorong pun ada. 

Meski banyak diceritakan bahwa naik lift tercepat itu akan membuat telinga terasa pengang, kenyataan menunjukkan banyak pengunjung berasal dari berbagai usia. Itu artinya, naik lift tersebut memang aman bagi siapa pun.

Giliran Tribun yang sempat berdiri mengantre sekitar setengah jam untuk mencapai pintu masuk lift. Di tengah antrean, mendekati pintu masuk, ada dua petugas seorang laki-laki dan seorang wanita. Setiap orang yang melintas harus difoto di tempat tersebut dengan latar belakang hijau. 

Terjawab sudah apa fungsi kupon untuk foto itu. Rupanya setiap pengunjung wajib difoto di tengah antrean sebelum menuju lift. Ya, akhirnya semua  orang dengan posenya masing-masing difoto. Tempat untuk berfoto mirip foto boks yang kerap hadir di mal-mal Indonesia. Di tengah boks itu, sudah siap kamera kecil yang tinggal jepret, lengkap dengan lampu kilatnya. 

Petugas pria mengatur posisi pengunjung yang hendak diabadikan di depan layar berwarna hijau, sedangkan petugas wanita dengan senyumnya siap mengoperasikan kamera sambil bilang 'Keep smiling! Ok. Thank You,' katanya ramah lalu mempersilakan pengunjung itu masuk ke dalam antrean lagi.

Mungkin terheran-heran juga bagi mereka yang baru pertama kali, kok tiba-tiba ada sesi foto dadakan. Untungnya, Tribun sudah diberitahu sebelumnya oleh Halim, si pemandu wisata tadi, sebelum masuk antrean. 

Yang jelas, foto itu memang kelak bisa menjadi kenang-kenangan dan bukti diri bahwa kita sudah pernah naik lift tercepat di dunia di Taipei 101 Buildings. Fotonya sendiri seperti kata Halim, bisa diambil atau tidak. Namun, mengingat harga selembar foto yang lumayan mahal, yaitu  NT$350, dengan berat hati, Tribun memutuskan untuk tidak mengambilnya.

( sumber : http://jabar.tribunnews.com )

0 comments:

Post a Comment