Jun 20, 2011

Keluhan Untuk Presidenku

Dulu bagaimana, sekarang begini, dan esok apa yang akan terjadi lagi ?. Sebenarnya kaum bawah seperti kami sangat berharap bisa mendapat sebuah jembatan menuju hidup yang lebih baik seperti saat ini. Kami mengerti, semua itu harus kami dapat sendiri dengan jerih payah kami. Namun, setidaknya anda-anda yang kami pilih dan sekarang duduk di kursi empuk. Nikmat menikmati fasilitas, seharusnya anda bisa menjadi penopang langkah-langkah kami. Agar kami bisa merasakan rasa nikmat  juga seperti impian yang selama ini terpendam. Anda-anda yang di sana tidakkah merasa ? atau sengaja membutakan mata, ataukah memang benar-benar buta ? sehingga sama sekali tak mendengar kami-kami yang disini selalu berkeluh kesah.

Wahai bapak-bapak yang berdasi dan setiap hari mengatasnamakan RI. Anda telah berjanji dan berikrar agung demi kami. Pamor yang anda sandang dari kami, upah yang ada dapat dari kami. Setidaknya anda mengerti apa yang kami rasakan saat ini. Janganlah sibuk mempertontonkan persaingan politik hari-hari. Seharusnya anda sibuk membimbing kami agar  kami tak melukai teman sendiri. Dengan segala cara kami bertahan hidup dari tatanan yang anda buat untuk kami. Apakah hanya dari undang-undang kita bisa makan. Disana masih banyak pencuri, di sana masih ada wanita-wanita yang menjual diri, di sana masih banyak lagi ribuan tangan yang berada dalam terali besi, setidaknya anda mengerti tuan-tuanku.
Karena apa, demi apa dan untuk apa mereka lakukan semua itu ?.

Kami hanya bisa mengeluh, kami hanya bisa meminta dan meminta setiap hari kepada anda yang sekarang sedang bertahta. Langkah kami sempit karena undang-undang yang anda buat. Kami menagih janji, karena anda sendiri yang berjanji. Kami mengeluh kepada anda, karena anda-andalah pemimpin kami saat ini.

Namun yang sangat kami sesalkan, bagaimana bisa pemimpin kami mengeluh kepada rakyatnya. Karena rakyat sendiri sangat berharap dari anda yang sedang duduk di singgasana. 

0 comments:

Post a Comment