Jun 24, 2011

Gara-gara Perut

Perut, siapa diantara kita yang tidak tau tentang yang satu ini ?.Bentuknya simpel, tak memakan tempat akan tetapi menghabiskan segala isi yang ada didunia ini.

Sekali lagi itu adalah bagian tubuh kita yang berada di atas pinggul dan di bawah dada. Untuk mengisinya, manusia diharuskan untuk bekerja keras, banting tulang, hingga segala cara dilakukan agar kebutuhan perut terpenuhi. Yang jadi pejabat makan uang rakyat, dan rakyatnya makan tetangga sendiri. Ada jambret digebuki masa di pinggir jalan, itu pun juga demi mengisi perut. Kita sering dengar kabar, TKI tersangkut masalah hukum bahkan mau di pancung. Itu semua demi mengisi perut. Masih banyak lagi saudara-saudara kita demi mengisi perutnya di bela-belain sampai tidur di balik jeruji besi. Apa sebenarnya yang arti dibalik semua ini. Gara-gara perut, aneka macam tipu daya manusia dilakukan. Hujan air mata, bahkan harga diri dijual begitu mudahnya demi mengisi kekosongan perut, sungguh-sungguh aku tak habis fikir.

Kini aku mulai berfikir, andai perut tidak diciptakan akan tetapi manusia masih bisa hidup dan bertahan, arti kata lain seperti robot. Mungkin dunia ini akan damai dan tak ada kebatilan yang terjadi. Petani tak perlu menanam padi, TKI tak perlu sampai kerja keluar negeri. Dan pemerintahpun tak akan sesibuk seperti sekarang ini.

Menurut keyakinan, perut harus diisi dengan barang atau makanan yang halal. Itu bisa terjadi asal di dunia ini tak ada yang di sebut miskin atau kaya. Aku tak percaya isi panggung dunia ini tak dipenuhi dengan kebohongan sedikitpun. Namanya manusi itu seperti jalan. Mau lurus terus, apa itu seperti jalan apolo. Apolo XI saja, ke bulan masih berbelok dan menukik, apa lagi manusia ?.

Para sahabat pembaca sekalian. Mari dan marilah kita berfikir secara mendalam. Demi mengisi kekosongan perut kita tega menghancurkan keindahan dunia ini. Tidakkah ada hal yang lebih baik daripada itu semua.  
Baik kosong tiada guna, dari pada berisi menanggung duka.

0 comments:

Post a Comment