Apr 3, 2011

Romantisme Antara Laki-laki dan Perempuan

Romatisme – Umumnya kaum wanita lebih dikuasai emosi dibandingkan kaum pria yang lebih banyak menggunakan logikanya. Perbedaan ini berlaku juga dalam urusan asmara, karena itu wanita dan pria juga berbeda memandang hal-hal yang bersifat romantis.

Sebetulnya bagaimana ya pandangan pria dan wanita mengenai romantisme itu sendiri?

Banyak orang merasa romantis adalah sesuatu yang perlu dalam hubungan bercinta dan konon lelaki yang memiliki sifat ini akan dipuja pasangannya. Banyak perempuan yang mendambakan hadirnya lelaki dengan karakter yang romantis.
Sejak dari zaman dulu, perempuan selalu takjub dengan segala sesuatu yang berbau romantisme, baik sebagai kata sifat maupun kata benda. Seperti film-film yang mengangkat tema romantis pasti dibanjiri penonton perempuan sedangkan lagu-lagu yang berlirik romantis pasti disenangi kaum hawa.

Romantis Romantisme Antara Laki laki dan Perempuan

Perempuan begitu memuja romantisme karena mereka lebih mengandalkan otak kanan yang lebih dominan ke sisi emosi dan imajinasi daripada otak kiri yang menyangkut cara pandang yang logis dan kemampuan berbahasa.

Hal tersebut mengakibatkan lebih mengarah ke faktor emosi, perempuan jadi suka segala sesuatu yang berbau romantis.

Mereka merasa senang sekali jika ada lelaki yang berusaha menyentuh mereka dari sisi emosi tersebut. Tak heran bila perempuan suka sekali diberi kejutan-kejutan yang sifatnya romantis oleh pasangan.

Namun bagi kaum lelaki definisi romantis sering tidak jelas. Kadang bagi perempuan, saat pasangannya menggandeng tangannya saat menyeberang jalan atau ketika ada dua lelaki yang bentrok untuk memperebutkan dirinya, dianggap romantis tetapi anggapan lelaki berbeda.
Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Mereka lebih menganggap hal tersebut bukannya disengaja, melainkan lebih kepada dorongan naluri semata. Kedengarannya mungkin agak aneh tapi inilah kenyataannya. Ternyata banyak lelaki perlu diberi tahu apa yang dimaksud dengan romantis dan apa yang diinginkan oleh perempuan.

Lelaki memang lebih mengandalkan sisi logikanya ketimbang emosi. Akibatnya kebanyakan dari mereka jadi kurang peka terhadap segala sesuatu yang bisa menyentuh emosi termasuk soal romantisme. Padahal sebetulnya, hal tersebut sangat diharapkan oleh pasangannya.

Tapi bukan berarti semua lelaki `kering’ dengan sifat romantis, masih banyak lelaki yang peka dengan yang masalah yang satu ini. Banyak juga lelaki di belahan bumi ini yang selalu memperlakukan pasangannya dengan penuh cinta dan romantis.

Umumnya lelaki bersikap dengan memperhatikan tingkah laku orangtuanya, jika ayahnya tidak pernah menunjukkan sikap romantis, jangan berharap seorang lelaki dapat bersikap romantis karena ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.

Akibatnya mereka tumbuh menjadi lelaki yang percaya bahwa sikap romantis hanyalah hasil khayalan perempuan.

Mereka menganggap lelaki romantis hanya ada di negeri dongeng bukan dalam kehidupan nyata. Yang lebih ekstrem lagi, mereka malah menganggap keromantisan bukanlah refleksi yang tepat bahkan bertolak belakang dengan sikap jantan seorang lelaki.

Bila memang ada lelaki yang memiliki anggapan seperti itu maka tidak dibenarkan. Karena romantisme tidak ada kaitannya dengan jati diri seseorang.

Sama sekali tidak ada hubungan yang mengatakan jika seorang lelaki bersikap romantis, berarti mereka tidak bertindak layaknya seorang lelaki sejati.

Lelaki romantis berarti bisa menempatkan dan menghargai pasangannya dan mereka sudah bertindak layaknya lelaki sejati. Tidak heran, lelaki seperti ini malah dipuja perempuan sebagai seorang gentleman.

Jadi bagi lelaki yang tidak tahu atau bahkan tidak ingin bersikap romantis pada pasangan, ada baiknya untuk mencoba mempraktekkan mulai sekarang.

Bukankah membuat senang hati pasangan lewat hal-hal yang romantis berarti juga memupuk cinta kasih di antara kalian. Jadi mulai sekarang, cobalah untuk bersikap romantis pada pasangan.

0 comments:

Post a Comment