Apr 1, 2011

Kawin lari gara2 ga di restui ortu..apa akan berhsil?!? 

Riawan
bila persiapan untuk hal ini sudah dilakukan dengan sikap yang dewasa, persiapan moril dan materil yang mapan, dan berani menerima risiko apapun yang terjadi, dan siap bertanggung jawab.
restu orang tua kita harapkan untuk kelengkapan dalam hidup kita sebagai bagian dari orang tua, yakni kita sebagai anaknya. demikian pula agama menyarankan dan cara hidup dilingkungan. namun restu bukan satu-satunya yg mutlak '' harus ''. kalau tidak disetujui tetapi kedua pasangan siap menghadapi, maka perkawinan tetap dilaksanakan.

>> tidak akan berhasil
 bila perkawinan dilakukan hanya karena tidak mau berpisah dan tidak mau menerima nasihat dari ortu, karena pasangan masih jauh dari ketentuan yang ditetapkan. seperti ;

- karena perbedaan agama - belum siap moril dan materil - melanggar ketentuan/ norma yang berlaku, seperti masih terdapat status hubungan persaudaraan dsb.

atau perkawinan yang dilakukan karena pasangan belum siap. dalam hal ini maka jelas perkawinan yang dilakukan akan goyah, oleh karena basisnya tidak kuat. seperti belum dewasa, belum mapan materi, masih sekolah, masih dibawah umur, masih terdapat hubungan yg sebenarnya sangat dilarang untuk terjadinya perkawinan.

untuk melakukan '' kawin lari '', sebaiknya pasangan harus benar-benar yakin akan keputusannya, dan tidak hanya dipengaruhi oleh emosi belaka.
( Di kutip dari yahoo answer : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080927121122AAIj6cV )

* Gara-gara primbon,-
Yang membuat ortu tidak merestui hubungan kalian itu apa? Jika memang alasan demi-kebaikan-ananda-sendiri terasa logis dan tulus, kenapa juga kita harus berontak? Pacaran itu terasa 'asyik' karena kegiatannya memang seputar kesenangan belaka. Karena itu pacar selalu tampak keren dan menyenangkan (efek jangka pendeknya); padahal kenal juga baru beberapa bulan. Sedangkan orang tua, siapa yang bisa mencari gantinya..? Siapa yang bisa menggantikan peran ortu yang telah kita kenal sepanjang hidup kita? Apa iya ortu mau memelihara kita sampe segede ini jika mereka menginginkan keburukan bagi kita..? Dan apakah balasan yang harus kita berikan kepada ortu atas kerelaannya telah memelihara & menyayangi kita sepanjang hidup kita yang cuma sekali ini?

Tapi jika alasan yang dikemukakan ortu cuman karena keegoisan mereka atau karena kepercayaan yang berlebihan terhadap primbon, maka cobalah minta bantuan dan dukungan dari keluarga terdekat. Utamanya yang dihormati oleh ortu. Semoga jika pihak yang dihormati ortu mau memberikan dukungan kepada kita, akhirnya ortu pun berkenan untuk memberikan restunya pula.
( Di kutip dari yahoo answer :http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100521202605AAZltGh )
.
Gara-gara rumah,-
saya sudah pacaran selama 1 tahun dengan seorang pria. Namun, kami tidak direstui orang tua karena kepercayaan mereka terhadap mitos Jawa. Katanya arah rumah dia tidak bagus buat saya dan hari kelahirannya juga tidak cocok dengan saya. Kalau dilanjutkan hubungan ini, katanya rumah tangga kami akan selalu ditimpa musibah.
1.     Apakah kepercayaan ini mesti dituruti? Bila bertentangan dengan Islam, bagaimana mengomunikasikannya dengan orang tua dan saya tetap melanjutkan hubungan ini karena saya sudah merasa cocok dengan pria tersebut?
           -. Jawaban.
               Mitos dan kepercayaan tersebut jangan dituruti, karena masa depan dalam kehidupan seseorang tidak ada hubungannya dengan arah rumah dan hal-hal yang terkait dengan benda-benda di sekitar kita. Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah dalam hal masa depan yang belum terjadi, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Isra: 34, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Maksud ayat tersebut adalah manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, tapi mereka diwajibkan berusaha. Begitu juga dengan ikatan dalam rumah tangga, apakah akan terus langgeng pernikahan tersebut atau bubar dalam perjalanan, hanya Allah yang tahu. Namun, sebagai manusia kita harus berusaha untuk mewujudkan kelanggengan rumah tangga tersebut. Musibah dalam rumah tangga tidak akan terjadi hanya karena faktor arah rumah seseorang. Dalam QS At-Taghabun: 11, Allah berfirman, “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Coba ajak orang tua membicarakan hal ini dengan bahasa yang lembut dan tidak menggurui. Kalau perlu, mintalah tolong pada pihak ketiga seperti tokoh agama yang disegani oleh orang tua untuk membantu kita menjelaskan masalah ini dan berdoa       terus kepada Allah semoga Dia memberi hidayah kepada orang tua kita.

1 comments: