Apr 1, 2011

Iaaaa

Riawan
Mungkin, Q salah membaca senyumu
Q kurang cermat melihat garis bibirmu, karena itu bukan senyum
Tapi, bagaimana Q bisa lihat jika tak memandang?

Mungkin, Q lupa soal jantungmu
Q kurang menghitung detaknya yang melambat
Tapi, bagaimana bisa Q ingat jika tak merasakan?

Mungkin, Q eja dari hanya dari pikiranmu
Kau tak mengutip percik-percik yang kusimpan
Tapi, bagaimana Q eja jika Q mendaraskan dengan geram?

Mungkin Q tak lagi bisa mengintip dari kacamatamu
Tapi, biarlah kusampaikan lewat puisiku
Aku di ujung rapuh…
Seperti hujan yang lesak ke tanah, menunggu sirna…

0 comments:

Post a Comment