Apr 1, 2011

Penipu, di Tipu, atau kena Tipu.


Kau buat angka-angka pemisah kau dan kami 
Kau bangun benteng tripod untuk kami 
Agar kami berpencar ketika ingin menghujam kesombonganmu
 Begitu durjana.. 

Maju diatas kemiskinan kami
 Menyusup dengan sempurna dikala kami jatuhTak ada lain, kami terperangkap 
Ntah bagaimana.. kau buat kami semakin bodoh 
Beberapa diantara kami bahkan bernafas dari paru-parumu
 Menertawakan kebodohan saudara sementara ia terlihat bodoh
 Sebahagian lagi memakimu tapi tetap kau menyelubunginya 
Kau siram kemarahannya dengan tipu dayamu

Kami, sebagian kami, sebagian lainnya kau jadikan budak arogansimu
Kami berhutang, sehingga tanah ini tak lagi milik kami
 Apakah ini benar kau sebagai penipu ulung atau kami manusia bodoh
Mengikuti arogansimu untuk sekian lamasambil berkotek mengeluh atas kedisdayaan kami

Kami semakin tumpur dalam pemikiran
Kami semakin keriput dalam logika
Kami semakin lemas tanpa kuasa untuk membangun tembok kami sendiri
Karena jalan yang kau bangun adalah jalan berujung jurang

Selalu mulus tanpa sadar, lalu terjatuh
Remuk dan mati dalam mimpi buruk yang panjang
Menutup semua kemungkinan untuk kembali mencari jalan lain
 atau hanya simbol bahwa kamu tidak merubah
kemungkinan malas bukan alasan dirimu terpuruk
mengerti sendiri kamu baik burukentah awan hitam bertampak dimata

dengan kamu tiup kan terbuka persinggahan
mana kobar katamu pada orang-orangsalah apa kamu lupa
jurang dapat kamu lewati palagi hanya
hanya hanya andaimu bilamu jikamu……………………….

orang tua kau tipu kesalahan yang tak kita rasa
hujan hari ini bukan simpanan masa depan
karna,banjir segera tiba
kau tenggelam anganmu terputus karam................"

0 comments:

Post a Comment