Oct 19, 2010

Renungan

Hidup ini serupa dengan menyapu lantai…

Setiap hari kita menyapu lantai, debu hilang datang daun kering dan begitu seterusnya tanpa habis-habisnya…

Demikian juga dengan lantai-lantai kehidupan, kita perlu menyapu tiap hari dengan menggunakan sapu kesejahteraan yang paling mengagumkan berupa sapu “cukup”.


CUKUP adalah pembersih kehidupan yang paling bisa membuat lantai-lantai kehidupan tampak bersih.

.
Ketika kita memutuskan dalam diri kita bahwa seseorang telah menjadi penghambat, maka jadilah orang itu sebagai seorang penghambat. Sebaliknya tatkala kita menempatkan seseorang sebagai sahabat maka jadilah dia sebagai seorang sahabat.


.

Apa yang disebut surga dan neraka, sebenarnya merupakan sebuah bagian dari konstruksi pikiran yang menjadikan kita sebagai manusia, untuk bisa sampai ke dalam konstruksi surga dan neraka kita memiliki pesawat kesadaran yang berbeda-beda.


Sebagian besar penglihatan kita sebenarnya diproduksi pikiran dan kesadaran, sehingga titik tolak dari setiap perubahan seyogyanya bermula dari perlunya mengelola kesadaran, tetapi sayangnya kesadaran bukanlah makhluk stabil yang mudah dikelola, sebab dalam kehidupan orang dewasa ia sudah tergambar sedemikian lama dalam kurun waktu yang panjang sejak kita tercipta.


Kita akan menemukan orang baik kelihatan baik dan orang jahat kelihatan jahat, syaratnya cuma satu, kita menjadi manusia yang “cukup baik”. Begitu sampai kedalam takaran dimana kita sudah cukup baik menjadi manusia, kita senantiasa akan terlihat baik dan kalau demikian bukankah kita sudah bisa sampai ke surga?


.

Ada banyak orang yang mengunakan ukuran materi dalam mengukur sebuah keberhasilan hidup, sayapun sebagian besar menggunakan ukuran yang sama, namun ada sebagian ukuran yang kadang dilupakan banyak orang, yaitu seberapa banyak dan seberapa jauhkah kita telah berjalan dalam lorong-lorong kebenaran yang menuju keberhasilan sejati.


Kekayaan materi memang bisa menghadirkan kebahagiaan, namun sulit diingkari ia juga menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekawatiran.


Kemerdekaan, kebebasan, keheningan dan kedamaian, semuanya diperkosa habis oleh kekayaan materi…

Kekayaan materi juga menghasilkan harapan harapan baru yang bergerak maju, lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi… tanpa batas…


Tidak ada yang salahnya memiliki harapan yang tinggi, sejauh seseorang bisa menyeimbangkan dengan RASA SYUKUR kepada Tuhan yang telah memberikan segala kebaikannya kepada kita.


.

Suka duka, derita bahagia, pujian makian, teman musuh, sukses gagal dan lain sebagainya adalah kekayaan kehidupan yang sama-sama berguna bagi perjalanan hidup kita.


Ketika sukses kita pasti gembira, tatkala gagal jangan lupa itu artinya kita sedang diproduksi untuk menjadi dewasa.

Teman memang seringkali menjadi sumber tawa dan kebahagiaan, tetapi musuh adalah guru sejati yang dikirim oleh tangan-tangan kehidupan dengan pujian adalah sumber motivasi dan makian adalah palu godam yang membuat sang kepribadian menjadi kuat.


.

Kebencian awalnya hanyalah sejenis tamu yang kadang berkunjung ke dalam kehidupan kita, kadang juga tidak, tetapi karena sering diingat-ingat, diperhatikan dan diikuti kemauannya, maka kebencian tidak lagi menjadi sekedar tamu, melainkan benar-benar bisa menjadi tuan rumah di dalam kehidupan kita, demikian ia menjadi tuan rumah, jadilah kebencian itu sebagai satu-satunya penguasa kehidupan yang mengerikan dan menakutkan, disebut mengerikan karena kebencian sudah dipastikan membawa sang kehidupan bergerak dari satu kebencian ke kebencian yang lain, dan disebut menakutkan karena itulah satu satunya warna dari kebencian.


Keteduhan, kejernihan, keindahan dan kasih telah diperkosa habis oleh kebencian yang sudah menjadi tuan rumah.

Kebencian akan berkurang dengan banyak hanya melalui kegiatan MEMAAFKAN.


Sebuah kegiatan memaafkan terdengar lebih indah di telinga TUHAN, dibandingkan mulut yang mengucapkan ribuan Doa.

.

Memaafkan itu membebaskan sekaligus mencerahkan.

Selain ketulusan doa, senyum juga merupakan sebuah berkah yang teramat berharga, dengan tersenyum seseorang tidak saja sedang berbagi kebahagiaan dengan orang lain, tetapi merupakan sebuah tanda kuat bahwa ia sedang menjadi penguasa atas dirinya sendiri dan akan menjadi lebih dari sekedar menghadirkan sentuhan hati kepada orang lain, melalui senyuman menyongsong sang hari dengan penuh pengertian dan kedamaian.

Kejujuran, kebaikan dan kasih dalam keseharian merupakan jembatan emas bagi ribuan doa yang terucapkan dari mulut yang bersembahyang di ribuan tempat suci.


.

Manusia bodoh dikalahkan manusia pintar, manusia pintar sering kalah oleh manusia licik dan manusia licik susah mengalahkan manusia BERUNTUNG, dengan kata lain manusia beruntung adalah termasuk manusia dengan kualitas yang tidak terkalahkan. Jadi kenapa mesti ragu ragu kalau saya bisa beruntung oleh kesopanan dan kerendahan hati, andapun bisa beruntung dengan modal yang sama.


SUKSES TIDAK DIUKUR DARI

POSISI YANG DICAPAI SESEORANG DALAM HIDUP

TETAPI DARI KESULITAN-KESULITAN YANG BERHASIL DIATASI

KETIKA MERAIH SUKSES

.

Kejernihan . . .

• Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukun-lah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

• Saat bertemu penolong-mu, ingatlah untuk berterima kasih kepadanya. Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah kau cintai, tersenyumlah dgn wajar. Karena dialah yang membuatmu lebih mengerti arti cinta.

• Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dgn tersenyum. Karena ia membuatmu semakin kuat dan teguh.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah menghianati-mu, berusaha untuk bisa berbicara dengannya. Karena jika bukan dari dia, hari ini kau tak memahami dunia ini.

• Saat bertemu dengan orang yang pernah salah paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan ini saja.

• Dan saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup {keluarga}. Berterima kasih-lah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

.

Sebelum Mengeluh . . .

• Hari ini sebelum kamu mengatakan kata kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

• Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

• Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta minta dijalanan.

• Sebelum kamu mengeluh buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

• Sebelum kamu mengeluh tentang istri atau suamimu , pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup.

• Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

• Sebelum kamu mengeluh tentang anak anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

• Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang orang yang hidup dijalanan.

• Dan disaat kamu mengeluh dan lelah tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan tetap seperti anda.

• Sebelum kamu menunjuk jari menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak pernah khilaf dan berdosa.

.

Enam Kebutuhan Dasar


1. Wanita membutuhkan perhatian dan pria membutuhkan kepercayaan.

2. Wanita membutuhkan pengertian dan pria membutuhkan penerimaan.

3. Wanita membutuhkan rasa hormat dan pria membutuhkan penghargaan.

4. Wanita membutuhkan kesetiaan dan pria membutuhkan kekaguman.

5. Wanita membutuhkan penegasan dan pria membutuhkan persetujuan.

6. Wanita membutuhkan jaminan dan pria membutuhkan dorongan.

0 comments:

Post a Comment